Tentang hosting Laravel murah di HostingWebsite
Paket Plus Rp96.000/tahun memberi SSH jailed, Composer, PHP 8.1 sampai 8.4 dengan extension yang dibutuhkan Laravel (mbstring, bcmath, intl, gd, zip, pdo_mysql), MySQL/MariaDB, serta Cron untuk php artisan schedule:run. Document root tiap domain bisa diarahkan ke /public dari menu Domains di cPanel.
Aplikasi dengan pengguna aktif, seperti sistem informasi, SaaS kecil, atau API untuk aplikasi mobile, lebih tenang di cloud hosting Rp75.000/tahun ke atas: resource terjamin, ada staging dan Git deploy. Node.js tersedia untuk build Vite, tapi build yang berat lebih baik dijalankan di laptop atau CI, lalu hasil build-nya saja yang di-push.
Queue worker yang harus hidup terus (Horizon), Redis, WebSocket lewat Reverb, atau PHP-FPM dengan konfigurasi sendiri sudah masuk wilayah VPS, mulai Rp25.000/bulan. Di sana kamu bebas menyusun stack ala Forge sendiri atau memakai panel gratis.
Urutan deploy pertama yang kami sarankan: clone repo lewat SSH ke folder di luar public_html, jalankan composer install --no-dev --optimize-autoloader, salin .env lalu php artisan key:generate, migrate, dan php artisan storage:link. Pastikan folder storage dan bootstrap/cache bisa ditulis, baru setelah itu config:cache dan route:cache. Set APP_ENV=production dan APP_DEBUG=false; halaman error debug yang terbuka ke publik bisa membocorkan isi .env.
Untuk scheduler, satu baris di Cron Jobs cPanel sudah memadai: * * * * * php /home/userkamu/namaapp/artisan schedule:run. Antrean ringan, misalnya email notifikasi, bisa diproses dengan menjadwalkan queue:work --stop-when-empty dari scheduler. Kalau job mulai menumpuk atau satu job butuh lebih dari semenit, itu tanda aplikasimu sudah waktunya pindah ke VPS.
