Tentang cloud hosting murah di HostingWebsite
Ada tiga paket tahunan. Cloud Startup Rp75.000/tahun berisi 2 vCPU, 4 GB RAM, 25 GB NVMe untuk 10 website. Cloud Professional Rp99.000/tahun naik ke 4 vCPU, 6 GB RAM, 50 GB NVMe dengan website tanpa batas. Cloud Enterprise Rp125.000/tahun memberi 6 vCPU, 8 GB RAM, dan 100 GB NVMe. Malas mengurus perpanjangan? Ambil Cloud Lifetime Rp245.000 sekali bayar. Domain .my.id gratis tahun pertama berlaku di semua paket.
Shared hosting Rp3.000/bulan masih oke untuk company profile atau blog yang baru jalan. Tanda kamu perlu naik kelas biasanya muncul sendiri: sesekali pengunjung melihat error 508 "Resource Limit Reached", dashboard WordPress terasa berat di jam ramai, atau checkout WooCommerce kadang gagal. Artinya batas LVE akunmu sudah tersentuh. Di cloud batas itu jauh lebih lapang, dan panelnya tetap cPanel yang sama.
Kenapa tidak langsung VPS yang mulai Rp25.000/bulan? Karena di VPS semua urusan server pindah ke pundakmu: update OS, firewall, backup, sampai menghidupkan MySQL yang mati jam dua pagi. Cloud hosting tetap managed, servernya kami yang rawat. VPS baru masuk akal kalau kamu butuh root, misalnya untuk proses Node.js yang jalan terus atau Docker.
Kebiasaan kecil yang kami sarankan setelah pindah: buka menu Resource Usage di cPanel seminggu sekali. Grafiknya memperlihatkan kapan CPU, RAM, entry process (EP), atau I/O menyentuh batas. Kalau yang sering mentok adalah EP, pelakunya sering bot crawler atau xmlrpc.php yang diserang brute-force, bukan pengunjung asli. Blokir sumbernya, nyalakan LSCache, baru putuskan perlu naik paket atau belum. Banyak website ternyata cukup di Startup setelah cache-nya beres.
